Main Menu
  • Home
  • Who's who
  • HC News
  • Organization Structure
  • Corporate Human Capital
  • HC Relationship
  • HC Learning and Development
  • HC Regulation and Procedures
  • HC Surveys and Communication
  • F A Q
Advertisement

Bakrieland HR web

Awaken the Giant Within - Tung Desem Waringin

PostDateIconThursday, 05 August 2010 17:43 | PDF Print E-mail

Seminar kemarin emang 'giilaaa'...CEO, BOD, Senior Mgt, semua peserta...175 orang....jingkrak2.....lompat2...tepuk tangan ...teriak2...

Semua terlibat aktif, ekspresif, total....all out....mengikuti seminar selama 2,5 jam... Apa rahasianya?

 

Pada hari Senin, 22 Maret 2010, Bakrieland mengadakan in-house seminar pertamanya tahun ini di Lobby MORE. Sekitar 150 - 175 orang dari BLD dan unit usahanya mengikuti inhouse seminar ini. Pembicara untuk in-house seminar di awal tahun 2010 adalah Bapak Tung Desem Waringin atau seperti bapak Tung bilang, ia biasa dipanggil dengan Pa Tung, dan menurut dia itu masih lebih baik dibandingkan istri nya yang dikenal sebagai Bu Tung.

 

Bapak Tung Desem terpilih sebagai Pembicara Terbaik di Indonesia versi majalah Marketing, terpiling sebagai Pelatih sukses no.1 di Indonesia versi majalah Marketing, peraih rekor MURI dan

masih banyak lagi. Dari sejak pertama Pak Tung berbicara sudah terasa bahwa inhouse seminar kali ini akan sangat menarik, menyenangkan dan yang paling pasti bisa memotivasi kita baik sebagai

employee dan juga sebagai manusia. Membuka in-house seminar ini, President Direktur & CEO PT Bakrieland Development Tbk. Bapak Hiramsyah S. Thaib membandingkan antara Indonesia dan Singapura...menurut beliau perbandingan terjadi pada sumber daya manusia yang tersedia. Kualitas SDM kita perlu ditingkatkan dan inhouse seminar ini akan menunjang

peningkatan kualitas tersebut.

 

Pointers dari Seminar

Pentingnya Identitas yang Kuat untuk Menjadi Fondasi Hidup yang Sukses

Tanyakan pada dirinya sendiri satu pertanyaan...”Siapakah Anda?” Menurut Pak Tung, ketika pertanyaan itu dilontarkan, rata-rata orang menjawab dengan mengidentifikasi dirinya dengan gelar, jabatan dan posisi mereka di keluarga.

 

Identitas itu terbentuk dari 3 hal yaitu :

1. Apa yang kita lihat

2. Apa yang kita rasa

3. Apa yang kita dengar

 

Manusia itu mempunyai standar yang sudah mereka tentukan sendiri, dan apapun yang mereka tetapkan maka itu lah yang akan mereka capai. Kadang lingkungan disekitar kita menentukan apa yang kita percayai sebagai identitas diri kita. Contoh : Apabila seseorang diberitahukan oleh orang lain bahwa mereka orang yang tidak teliti, maka itu akan tertanam dalam pikiran mereka bahwa mereka tidak teliti. Sebagai seorang motivator yang benar-benar membangkitkan semangat dari semua peserta yang hadir pada saat itu, dari awal seminar Pak Tung sudah mengajak semua

peserta untuk berdiri, melompat, dan berteriak dengan semangat ”Yes” dan juga seperti ”masuk diakal” dll. Ini semua juga merupakan contoh bahwa jika kita selalu berkata dan menanamkan dalam pikiran kita seperti ”kita bisa” atau ”masuk akal” maka kita akan selalu berpikir bahwa, iya kita memang bisa melakukannya dan tidak ada yang tidak masuk akal.

 

Identitas yang kita tetapkan tidak ada yang benar dan salah, yang ada adalah identitas yang medukung dan menghambat. Yang mendukung akan

membuat kita mencapai kehidupan yang kita inginkan, sementara yang menghambat akan membuat kita tidak bisa mencapai kehidupan yang

kita inginkan. Beberapa Hal yang harus di perhatikan untuk kesuksesan dalam pekerjaan :

1. Harus bisa di percaya

2. Berperilaku menyenangkan: fokus dan memberikan solusi

3. Dikenal orang yang tepat dalam jumlah yang banyak

Contoh : Pada waktu seminar berlangsung, tempat duduk didepan banyak yang kosong, kebanyakan peserta memilih duduk dibelakang. Lalu Pak Tung berkata bahwa ini salah satu contoh no 3, jika duduk didepan maka atasan bisa melihat dan mengenal mereka, dan jika waktu ada misalkan promosi dan sebagainya, atasan akan lebih condong kepada yang mereka kenal daripada yang mereka tidak kenal. Atau seperti Pak Tung katakan ”be the best or die like the rest”. Membiasakan mengenalkan diri pada orang-orang berpengaruh dalam kantor sangatlah penting.

 

Kekuatan Identitas:

”Semua perilaku dan tindakan selalu didorong oleh keyakinan...keyakinan yang paling kuat. Yang paling mempengaruhi hidup manusia adalah keyakinan tentang siapa diri kita yaitu identitas kita.” ”Kekuatan yang paling besar didalam kepribadian manusia adalah keinginan untuk tetap konsisten dengan identitas yang kita percayai untuk diri kita.

 

Cara Breakthrough/Tembus Limit:

1. Goal:

Harus tertulis, spesifik dan positf. Goal yang kita miliki boleh tidak masuk akal. Contoh: yang harusnya di pertanyakan adalah bukan berapa banyak seorang karyawan mencapai target sales mereka, tapi seberapa cepat mereka bisa mencapainya. Pak Tung berkata ”imajinasi itu lebih kuat daripada pengetahuan.” Disini kreatifitas akan terlihat.

2. Alasan yang sangat kuat:

Otak manusia itu mencari nikmat dan menghindari sengsara. Contoh: Perusahaan tidak hanya memberikan incentive atau reward tetapi juga memberikan suatu punishment. Punishment yang ditentukan tidak harus yang keras. Dalam perusahaan Pak Tung, jika tidak mencapai target/menang, maka employee diharuskan mencuci mobil orang di kantor sebelah.

3. Belajar dari yang terbaik dan lakukan yang terbaik:

Yang harus diingat dari poin ini adalah ATM: Amati, Tiru dan Modifikasi (Harus detail dan berpikir). Dalam hal ini, jika memang ada competitors kita yang dalam satu hal lebih berhasil dalam proyek mereka, maka jika mereka mengadakan exhibition atau seminar dll misalnya, tidak ada salahnya jika kita datang, dan kita lihat apa kira-kira yang membuat mereka lebih berhasil dari kita. Ketika kita apply hal ini dalah proyek kita, harus lah di modifikasi sesuai dengan keadaan kita.

 

Beberapa poin penting lainnya dari seminar ini adalah:

1. Apabila seseorang berani keluar dari zona nyamannya dan berusaha lebih keras, sesuatu yang kelihatannya tidak mungkin dicapai menjadi lebih mudah untuk diraih (banyak jalan menuju titik akhir).

2. Setiap manusia itu mempunyai kekurangan di masa lalu dan kekurangan itu bisa dijadikan pemicu untuk memotivasi diri sendiri dan juga orang lain ketika mereka menceritakannya untuk menuju kesuksesan. Dalam hal ini, Pak Tung memberikan contoh mengenai dirinya sendiri. Sekarang memang dia adalah motivator yang sangat sukses, tetapi dia pun mengakui bahwa dahulunya dia memiliki banyak kekurangan seperti: mendapatkan nilai jelek dalam pelajaran matematika, membuat guru kimia putus asa karena ’bodohnya’ Pak Tung saat itu, beliau sangat pemalu bahkan tidak mampu bicara didepan publik. Dengan menceritakan ini kepada audience dia memiliki kesadaran penuh dan tidak ’malu’ untuk mengakui bahwa ia pun memiliki kekurangan.

Dan kekurangan di masa lalu ini yang menjadi salah satu pemicu & motivasi kesuksesannya.

 

Entrepreneurial Spirit - Bob Sadino

PostDateIconThursday, 05 August 2010 17:33 | PDF Print E-mail

“Mereka bilang saya Gila” adalah judul buku mengenai Bob Sadino. Gayanya nyeleneh, trademark-nya celana jeans pendek dan

kemeja lengan pendek…

 

Pada tanggal 29 Juni 2010, Bob Sadino atau biasa dikenal dengan Om Bob menjadi pembicara di In House Seminar di Marketing Office Rasuna Epicentrum untuk Bakrieland dan Unit Usahanya. Topic dari seminar ini adalah mengenai entrepreneurship. Seminar ini diikuti sekitar 100 orang karyawan BLD dan Unit Usahanya. Om Bob, adalah pemilik jaringan usaha Kemfood dan Kemchick. Profesi Om Bob dimulai sejak ia kembali dari Belanda, ia berhenti bekerja untuk kemudian beralih profesi menjadi supir taksi dengan menggunakan mobilnya sendiri yang ia bawa dari Belanda, lalu ia beralih menjadi kuli bangunan hingga akhirnya berjualan/beternak ayam negeri. Pada awalnya hanya kalangan ekspatriat dan orang-orang Indonesia yang pernah tinggal

di luar negeri yang membeli telur dari ayam negeri Om Bob hingga akhirnya bisnis tersebut terus berkembang. Selain sebagai orang pertama yang memperkenalkan telur ayam negeri, Om Bob juga merupakan orang pertama yang menggunakan perladangan sayur dengan sistem hidroponik di Indonesia. Bapak Hiramsyah S. Thaib selaku President Direktur & CEO Bakrieland membuka

seminar yang berjalan dengan menarik ini, karena Om Bob tidak secara penuh memberikan presentasi melainkan dari awal ia meminta yang datang untuk langsung bertanya kepadanya sehingga seminar ini menjadi lebih interactive.

 

- Basic management: How to get things done through other people

- Tidak ada level-level di company om Bob, semua equals

 

Satu hal yang banyak ditanyakan adalah kiat Om Bob untuk mencapai semua ini. Om Bob berkata, dia tidak mempunya kiat semua dilakukan begitu saja tidak perlu takut akan apa yang nantinya datang. Untung dan rugi itu beda tipis menurut pengertian beliau. Orang berdagang pasti ada untung dan rugi nya, semua itu hanya mindset dari kita. Kegagalan itu menurut Om Bob harus dinikmati, Karena dari kegagalan itulah kita bisa belajar untuk bisa lebih baik lagi. Dan tidak jauh berbeda dengan pembicara lainnya, Om Bob pun berkata bahwa kita harus selalu bersyukur dan ikhlas akan apa yang diberikan oleh Nya.

 

Bagaimana Bob Sadino bisa bertahan lama dalam bisnis ini

Untuk bertahan dalam suatu industri menurut Om Bob ada 3 hal yang harus diperhatikan dan itu adalah: 1. Try to be the 1st, 2. Be better dan 3. Be different. Salah satu dari ini sudah cukup.

 

Kompetitor

Jika sebuah perusahaan / kita sebagai individu ingin maju, maka kita harus sadar bahwa akan ada orang-orang yang mengikuti kita dari belakang. Kompetitor itu justru membantu kita untuk supply-demand ketika kita tidak bisa

memenuhi permintaan dari pelanggan dan ketika itulah kita menyiapkan sebuat alat untuk mengimbangi kompetitor. Mempunyai kompetitor itu membuat kita semakin termotivasi untuk terus bekerja keras agar kita bisa lebih unggul.

 

PraKondisi Memulai Wirausaha menurut Bob Sadino

1. Menghilangkan rasa takut

2. Jangan berharap (ini menimbulkan kontroversi, karena banyak orang bertentangan dengan prinsip ini)

3. Melepaskan belenggu jalan pikiran diri sendiri (mindset)

 

Sandaran Wirausaha menurut Bob Sadino

1. Commitment dan juga tekat yang kuat (Determination)

2. Mempunyai kemauan

3. Berani mengambil suatu peluang

4. Tidak boleh takut , jangan cengeng dan tahan banting

 

Lingkaran Bob Sadino mengenai Kewirausahaan

Awalnya adalah tahap tahu atau memahami teori, di tahap ini orang belajar mengetahui sesuatu seperti sekolah. Tahap selanjutnya adalah tahap bisa, yang diperoleh di masyarakat. setelah itu tahap trampil, dan terakhir orang itu menuju tahap profesional. Orang yang sampai pada tahap terakhir ini layak disebut sebagai entrepreneur. Dari situ akan kembali lagi ke tahap awal karena semua itu berputar sepanjang masa.

 

 

Change Management - Rhenald Kasali

PostDateIconThursday, 05 August 2010 16:45 | PDF Print E-mail
User Rating: / 1
PoorBest 

Barisan kursi depan yang kosong selalu menjadi awal topik in-house seminar. Dua baris terdepan biasanya selalu kosong dan barisan kursi dibelakang selalu penuh. Para pembicara akan berkata semakin dekat duduk dengan para petinggiakan semakin lancar perjalanan menuju puncak. Satu persatu kursi kosongpun menjadi terisi.

Trik ini pula yang dilakukan oleh Prof. Rhenald Kasali Ph.D, yang menjadi pembicara di in-house seminar yang diselenggarakan di Marketing Office Rasuna Epicentrum untuk Bakrieland dan Unit Usahanya pada tanggal 27 Juli 2010. Topik adalah mengenai ‘change’ atau perubahan. Diikuti oleh sekitar 100 karyawan BLD dan Unit Usahanya, beliau berkata bahwa ada 2 tipe karakter pemimpin: pedalaman dan pesisir. Pedalaman adalah mereka yang diam dan duduk dibelakang dan pesisir adalah yang mau duduk didepan.

“Seorang pemimpin seharusnya melakukan perubahan bukan hanya sebagai pemangku jabatan.”


Prof. Rhenald Kasali, Ph.D, adalah seorang guru besar

Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Beliau menulis 18 buah buku dalam bidang bisnis, manajemen dan pemasaran. Selama 7 tahun terakhir, Prof. Rhenald Kasali menjadi mitra kerja Prof. Michael Porter (Harvard University) untuk mengembangkan strategi keunggulan daya saing berbasis cluster. Ia juga mendirikan yayasan Rumah Perubahan sebagai wadah kewirausahaan sosial yang dijalaninya untuk turut memecahkan persoalan sehari-hari kehidupan masyarakat. Melalui wadah itu yayasan Rumah Perubahan mengolah sampah menjadi energy biomasa dan bahan pertanian, menangani pendidikan anak usia dini, rumah baca dan melatih orang-orang muda menjadi real entrepreneur yang beretika dan ”naik kelas”. Beliau juga dipercaya menjadi ketua Asosiasi Kewirausahaan Sosial Indonesia (AKSI) dan ketua Technopreneur Club Indonesia.


Bapak Hiramsyah S. Thaib selaku President Direktur & CEO Bakrieland membuka
seminar yang berjalan dengan menarik ini karena lebih interactive dengan adanya tampilan beberapa video dan juga quiz atau permainan yang sederhana namun kreatif.

Tantangan Besar Pemimpin Abad 21
Sebelum sebuah cuplikan film yang menampilkan satu penari balet yang tidak memiliki tangan dan satu penari lagi tidak memiliki kaki diputar, hampir semua peserta seminar berkata ketika ditanya bahwa jika mereka harus menampilkan penari mereka ingin sempurna, dan ketika video ditampilkan peserta seminar bisa melihat bahwa mereka harus berani mengambil keputusan untuk menampilkan sesuatu yang tidak ada yang berani menampilkan. Jika kita hanya meniru apa yang kompetitor lakukan, ”copy-paste”, maka harga jual barang perusahaan akan menjadi lebih rendah

Bekerja dengan Tradisi atau Memperjuangkan Perubahan

- Contoh paling nyata dalam tradisi adalah seperti apa yang kita kerjakan sama dengan yang terdahulu atau kemarin. Perjalanan dari rumah menuju kantor misalnya selalu sama.

- Evolusi vs Revolusi
Revolusi demi masa depan, sedangkan dalam evolusi manusia menyadari terjadinya perubahan. Karena perubahan itu terjadi secara perlahan-lahan dan mereka sudah beradaptasi dengan perubahan tersebut dan merasa nyaman, walaupun pada kenyataannya hal tersebut sudah berubah menjadi krisis.


Berpikir atau Terbawa Arus
- Peserta seminar diberikan suatu kegiatan untuk menggabungkan suatu titik.
- Kita diajarkan untuk mau berpikir dan jangan terbawa arus dengan apa yang orang lain kerjakan. Kita harus berpikir”out of the box”dan tidak terbelenggu oleh tradisi.

Mengambil Risiko atau Menghindarinya

- Kita harus berani mengambil risiko. Menurut Prof. Kasali, ”Hidup ini penuh risko. Harus berani mengambil risiko dan kita harus belajar dari kesalahan. Kalau tidak pernah kesasar, tidak akan menemukan jalan baru”

Menjadi Pemimpin, Pengikut, atau Bos
Ciri-ciri Leaders: Berinisiatif, menggunakan waktu dengan perencanaan dan antisipasi masalah, investasi (invest) waktu dengan orang, mengisi kalendar dengan prioritas-prioritas ke depan, action.
Ciri-ciri Followers: Beraksi (reaktif), membuang-buang waktu, reacting to problems, sekedar meluangkan (spend) waktu dengan orang, Kalendar diisi dengan jadwal yang sudah di perintahkan.

Menjadi Pemimpin yang Hebat atau Beruntung

- Dimana ada masalah pasti ada peluang. Contohnya: jika mati lampu menciptakan peluang untuk menjual genset.
- Berlatih dari kecil sehingga ketika ada peluang akan siap menghadapinya dan menciptakan masa depan itu sendiri.
- Ketika manusia pada kondisi kritis kita bisa keluar dan menempatkan diri pada keadaan tersebut; semakin kritis semakin bagus (preparation).
- Myelin : Terdapat dalam sel saraf , sensor yang menyimpan informasi.

Pemimpin Memerlukan Behavioral Competences

- Opportunity Driven: mampu melihat perluang.

- Flexibility: dapat beradaptasi dan bekerja efektif di berbagai posisi pekerjaan.

- Business Awareness: kemampuan membaca bisnis, prioritas usaha dan menjadi unit

lebih ”business like”.

- Open Mind: terbuka terhadap hal-hal baru, berani menerima hal yang bertentangan

dengan old beliefs/traditions, terbuka terhadap pandangan orang lain.

- Teamwork: bekerja koperatif & fleksibel dengan orang lain dan memahami peran

yang berbeda-beda.

- Personal Drive: Dorongan-dorongan untuk berkinerja dengan keyakinan teguh,

decisiveness & resilience.

- Komunikasi: kemampuan berkomunikasi dengan jelas & persuasif, lisan maupun

tertulis.

- Customer Focus: kepedulian melayani pelanggan (internal & eksternal), sehingga

kebutuhan, keinginan & harapan mereka terlayani.

- Developing others: mendorong kemajuan seluruh anggota timnya dengan memberikan

support, umpan balik, dan pembinaan.

- Leadership: memberikan pedoman dan memotivasi diri sendiri dan orang lain untuk

dapat menyelesaikan pekerjaan.

 

 

 

 

 

Ways to Survive -and Thrive- in a New Job

PostDateIconMonday, 26 October 2009 12:04 | PDF Print E-mail

Boleh jadi, pada tahun 2009 ini, Anda adalah lulusan baru yang sedang bergembira karena berhasil mendapatkan pekerjaan sesuai yang Anda inginkan. Selamat buat Anda. Sekarang, yang perlu Anda ketahui --setelah mentraktir makan sejumlah teman-- bagaimana bertahan di lingkungan baru bernama kantor?

Meskipun para bos di perusahaan paham bahwa karyawan baru seperti Anda perlu waktu untuk beradaptasi, tapi bukan berarti bahwa mereka tidak melakukan penilaian sejak awal. Banyak hal yang perlu Anda pelajari, dari yang sepele seperti mengingat nama teman-teman sekantor Anda hingga kebijakan-kebijakan perusahaan. Namun, pada saat yang sama, ada pula hal-hal yang semestinya tidak Anda lakukan sebagai seorang karyawan baru.

Faktanya, menurut survei yang pernah dilakukan oleh para manajer perekrutan pada Robert Half International, ada dua kesalahan utama yang kerap dijumpai pada karyawan baru. Yakni, kegagalan untuk menyesuaikan diri dengan budaya perusahaan dan keengganan untuk bertanya.

Read more... Add new comment
 

Bakrie Beli Saham Bakrieland dari Avenue

PostDateIconThursday, 15 October 2009 14:16 | PDF Print E-mail

VIVAnews - PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) merealisasikan hak untuk membeli kembali saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dari Avenue Capital.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang diperoleh melalui Home Online Trading System (HOTS) eTrading Securities di Jakarta, Kamis 15 Oktober 2009, transaksi pembelian saham itu dilakukan melalui transaksi tutup sendiri (crossing) di pasar negosiasi.

Read more... Add new comment
 
More Articles...
  • Ekonomi Harus Tumbuh 7 Persen Agar Tercipta Lapangan Kerja
  • Bakrieland Ranked 1st in 2008 Annual report Award For Listed Non-Financial Private Category
  • Hampir Separo Perusahaan Mengecek Facebook Pelamar Kerja
  • HR Revolution: Pay Jangan Dikaitkan dengan Performance

<< Start < Prev 1 2 Next > End >>

Copyright © 2009 Bakrieland Development
All Rights Reserved.